Mempromosikan Produk

Cara Mempromosikan Produk Bagi mereka yang memiliki usaha, tentunya banyak dari anda yang masih bingung dalam hal promosi produk. Dibawah ini akan saya paparkan cara mempromosikan produk bermacam-macam kombinasi yang bisa anda gunakan agar anda bisa dan tidak salah dalam menentukan cara mempromosikan produk:

Cara Mempromosikan Produk

Cara mempromosikan produk
  • Promosikan produk melalui sosial media (Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain)
  • Tempatkan iklan baris di koran.
  • Pasang Iklan di buku telepon (yellow pages).
  • Beriklan di pusat grosir.
  • Mendekati pelanggan melalui telepon.
  • Promosi melalui surat.
  • Jadi pembicara di seminar, dan berbicara tentang hal-hal yang hanya dikendalikan (sekalian promosi).
  • Jadilah pembicara tamu di radio talk show.
  • Buat data base konsumen lengkap dengan alamat. Terus menerus tetap up to date kemudian follow up.
  • Membangun citra perusahaan dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
  • Desain brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk.
  • Mengembangkan pemesanan melalui delivery.
  • Buat tempat khusus untuk memamerkan produk dan membeli langsung.
  • Desain telemarketing (telemarketing).
  • Buat gambar logo perusahaan yang mudah di ingat dan memberi kesan.
  • Buat Isu yang terkait dengan bisnis buletin yang dimiliki, minimal 3 bulan.
  • Buat souvenir
  • Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk. Sebagai contoh, hemat listrik, ketika kita menyalakan produk.
  • Membuat stiker atau balon dengan logo perusahaan dan slogan.
  • Membuat desain T-shirt dengan logo dan nama perusahaan.
  • Saling mempromosikan dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
  • Pelajari biaya iklan, baik melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, billboard, bus berhenti, dan tempat umum lainnya.
  • Manfaatkan kampanye bersama untuk menghemat biaya promosi.
  • Perusahaan diprofilkan di koran dan majalah biasanya di baca calon pelanggan.
  • Sewa agen periklanan atau PR (Public Relations)
  • Mengadakan kontes (dengan tujuan promosi).
  • Membuat seminar dikhususkan untuk produk atau jasa yang ada di perusahaan.
  • Cari pelanggan potensial dalam pameran.
  • Mencari calon pelanggan dalam asosiasi yang terkait dengan bisnis yang sedang di kerjakan.
  • Cari calon pelanggan di seminar.
  • Cari di majalah atau koran pelanggan.
  • Pack brosur, daftar harga, dan korespondensi di tempat khusus untuk pelanggan.
  • Pasang rambu-rambu yang mengarah ke kantor Anda.
  • Promosi di kertas atau amplop.
  • Gunakan logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
  • Buatlah daftar produk, lengkap dengan gambar, cara menggunakan dan manfaat.
  • Memberikan sampel produk gratis.
  • Memberikan kesempatan kepada calon pelanggan, untuk melihat proses produksi.
  • Sponsori acara amal.
Belajar Promosi

Nah, dengan cara mempromosikan produk di atas, usaha Anda mungkin akan lebih dikenal. Tapi kali ini ada promosi yang sedang gencar dilakukan oleh banyak perusahaan, yaitu promosi online yang dilakukan sendiri atau membayar seseorang untuk melakukannya. Promosi ini relatif murah, dan sangat mudah dioperasikan. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam promosi online:

Membuat website tentang produk, menu navigasi yang ramah pengunjung untuk mendapatkan produk Anda, kemungkinan untuk mengunjungi jauh lebih besar. Mintalah orang ahli (master web) untuk meningkatkan kunjungan ke situs Anda.

Aktif dalam jaringan sosial, selain pengoperasian mudah membuat jejaring sosial sebagai sarana promosi yang murah dan efektif. Karena kita dapat membuat kampanye viral, yang dapat menyebar dalam waktu singkat.

Distribusi Produk

Apa itu distribusi ? Apa yang dimaksud dengan distribusi ?

Pertanyaan mengenai pengertian distribusi atau arti distribusi selalu mengikuti dalam setiap aktivitas manajemen pemasaran. Kegiatan distribusi merupakan hal penting dalam manajemen pemasaran. Tanpa adanya kegiatan distribusi maka produk tidak akan sampai ke tangan konsumen.

Maka dari itu diperlukan kegiatan distribusi untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen.

Table of Contents

Pengertian Distribusi

Terdapat berbagai pengertian distribusi yang dapat diketahui. Berikut pengertian distribusi secara umum dan arti distribusi menurut para ahli.

Pengertian Distribusi Secara Umum

Secara umum Definisi Distribusi Adalah aktivitas menyalurkan produk baik barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

Terdapat pengertian distribusi yang lain. Distribusi adalah aktivitas pemasaran dalam rangka memudahkan dalam penyampaian produk dari tangan produsen kepada konsumen.

Fungsi distribusi pada hal ini adalah membentuk utility dan peralihan kepemilikan daripada suatu produk. Oleh karena itu kegiatan pendistribusian merupakan aktivitas menciptakan nilai tambah pada barang dan jasa. Nilai tambah tersebut seperti nilai kegunaan, tempat, dan waktu.

Kegiatan pendistribusian biasa terjadi pada aktivitas pemasaran. Kegiatan pendistribusian menciptakan pula arus saluran pemasaran atau arus saluran distribusi. Pada sistem distribusi, terdapat berbagai lembaga pemasaran yang terbentuk dan adanya arus informasi.

Distributor adalah orang yang melaksanakan kegiatan distribusi. Distributor bertugas menghubungkan antara aktivitas produksi dan konsumsi.

Baca Juga : 10 Perencanaan Strategi Pemasaran Produk Baru

Arti Distribusi Menurut Para Ahli

Paling tidak ada definisi distribusi yang diketahui telah dikatakan oleh para ahli. Definisi distribusi menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  1. Pengertian distribusi adalah kegiatan memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir dengan saluran distribusi pada waktu yang tepat (Assauri, 2004)
  2. Arti distribusi adalah aktivitas menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa supaya sampai hinga konsumen akhir (Soekartawi, 2001).
  3. Definisi distribusi adalah saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat pada saluran distribusi adalah produsen, distributor, konsumen atau industri (Basu Swastha, 2002).

Tujuan Distribusi

distribusi
distribusi

Tujuan penyaluran produk dari produsen ke konsumen yang dilakukan oleh lembaga pemasaran yaitu :

  1. Menyalurkan produk dari produsen ke konsumen

Pendistribusian memiliki tujuan utama yaitu mengantarkan barang maupun jasa dari produsen ke konsumen.

  1. Mempertahankan dan mengembangkan kualitas produksi

Proses pendistribusian memberikan produsen waktu untuk lebih fokus pada kegiatan produksi. Kegiatan pendistribusi yang dilakukan oleh distributor memberikan produsen kesempatan untuk mengembangkan kualitas produksinya.

  1. Menjaga stabilitas perusahaan

Selain membuat fokus produsen atau perusahaan. Aktivitas pendistribusian juga mampu mengembangkan saluran baru dan kesempatan bagi banyak orang. Sehingga perusahaan akan lebih banyak yang menopang dan lebih stabil.

  1. Sebagai pemerataan perolehan produk di setiap wilayah

Semakin banyak distirbutor dari berbagai daerah maka akan semakin banyak pula konsumen yang memperoleh produk. Produk yang diperoleh juga dapat lebih mudah untuk tersebar di berbagai wilayah.

  1. Peningkatan nilai barang dan jasa

Melalui kegiatan distibusi maka akan ada peningkatan nilai suatu produk. Sebagai contoh yang dilakukan pada komoditas cabai. Cabai yang dijual oleh petani di Kulonprogo Yogyakarta akan meningkat harganya saat dibawa pedagang ke Jakarta.

  1. Supaya proses produksi merata

Kegiatan produksi dapat dilakukan secara merata bila proses pendistribusian berjalan baik. Distributor di setiap wilayah dapat mendorong kegiatan produksi di wilayah yang terdapat distributor.

  1. Mempertahankan kontinuitas proses produksi

Adanya distributor aktif menandakan adanya permintaan dari produk. Berdasarkan hal ini maka kegiatan produksi akan terus berjalan selagi pasar masih ada.

  1. Menjaga stabilitas harga barang dan jasa

Melalui proses pendistribusian melalui distributor maka harga produk di pasaran akan stabil. Kestabilan harga mengikuti kondisi sesuai dengan permintaan pasar.

Baca Juga : 3 Fungsi Manajemen Pemasaran Dalam Perusahaan

Jenis Jenis Distribusi

Berdasarkan komunikasi yang terjalin antara produsen dan konsumen. Maka terdapat 3 jenis distribusi. Tiga Jenis ditirbusi tersebut antara lain :

  1. Distribusi Langsung

Kegiatan pendistribusian dilakukan langsung oleh produsen kepada konsumen tanpa ada perantara. Contoh distribusi langsung yaitu seorang petani yang langsung menjual hasil panennya kepada konsumen.

  1. Distribusi Semi Langsung

Distribusi semi langsung dilaksanakan melalui saluran yang dimiliki oleh perusahaan produsen. Pihak lembaga pemasaran miliki produsen/perusahaan mengantar produk kepada konsumen.

  1. Distribusi Tidak Langsung

Aktivitas distribusi dijalankan oleh lembaga pemasaran di luar dari perusahaan produsen. Pihak distributor luar menyalurkan produk dari produsen ke konsumen. Contoh kegiatan  adalah penjual produk kecantikan yang menjual produknya melalui agent atau retail.

Fungsi Distribusi

Setiap aktifitas pasti memiliki fungsi-fungsinya tersendiri. Tidak terkecuali aktivitas distribusi. Pada umumnya distribusi memiliki empat fungsi utama khususnya terpusat pada produk. Fungsi dari distribusi yaitu fungsi pembelian, fungsi klasifikasi, fungsi promosi, dan fungsi penyaluran. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut :

1. Pembelian Produk

Fungsi pertama yaitu pembelian. Pada setiap proses distribusi pastilah melalui kegiatan yang dinamakan pembelian. Pada kegiatan ini akan terjadi transaksi jual-beli yang akan memindahkan hak milik suatu produk dari satu lembaga pemsaran ke lembaga pemasaran lainnya. Contoh dari fungsi distribusi yang pertama ini sangat sering dijumpai pada masyarakat misalnya pembelian dari pedagang ke produsen atau pembelian dari pedagang oleh konsumen.

2. Klasifikasi Produk

Dalam aktivitas distribusi setelah dilakukan proses pembelian atau sebelumnya biasa dilakukan proses klasifikasi produk. Klasifikasi produk ini ditentukan berdasarkan fungsi dan jenis produk yang sesuai atau hampir sama. Manfaat pengklasifikasian terhadap produk ini agar lebih mudah dipasarkan dan juga lebih mudah dalam penanganannya selama proses distribusi.

Perlu diketahui bahwa terdapat produk yang memiliki penanganan khusus terlebih bila didistribusikan dalam jumlah yang banyak. Sebagai contoh adalah produk-produk pertanian, peternakan, dan hasil hutan. Pengklasifikasian terhadap produk tersebut tentu saja akan memudahkan dalam penanganan selama proses distribusi.

3. Promosi Produk

Setelah dilakukan klasifikasi produk maka akan lebih diketahui berapa banyak jumlah produk sejenis. Hal ini juga dapat mempermudah dalam proses pemasarannya khususnya dalam melakukan promosi. Pengklasifikasian dengan mengetahui jumlah produk akan berpengaruh terhadap bahasa promosi. Contohnya “Stock Terbatas !!!”

Promosi produk dapat dilakukan dengan berbagai macam cara tergantung dengan jenis produk. Metode promosi juga dapat dilakukan secara offline (pamflet, baliho, expo, leaflet, poster) dan juga online(sosmed, Google Adword, FB ads, Website, TV, Radio).

Hal yang perlu digarisbawahi pada kegiatan promosi adalah sesuaikan dengan target pasar. Jika target pasar tidak sesuai maka kebanyakan praktisi akan lebih banyak mengeluarkan dana untuk kegiatan promosi.

4. Penyaluran Produk

Aktivitas terakhir dan paling utama dari distribusi adalah penyaluran produk. Proses penyaluran produk harus dilakukan seefisien dan seefektif mungkin. Perhitungan jangka waktu lama distribusi, resiko penyusutan, kerusakan dan kehilangan harus dipertimbangkan sedetail mungkin.

Pertimbangan tersebut yang akan menentukan sarana transportasi apakah yang sesuai agar produk sampai tepat pada waktunya dengan resiko seminimal mungkin. Hal ini berlaku saat akan memilih ekspedisi pengiriman dengan melihat trackrecord dan jenis paket pengiriman sebagai pertimbangan utamanya.

Saluran Distribusi

Pada setiap aktivitas pendistribusian pasti melalui saluran.

Pengertian saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen dalam rangka mendistribusikan produk ke konsumen.

Setelah suatu produk dihasilkan kemudian hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana memilih saluran yang tepat supaya lebih efisien.

Maka dari itu strategi distibusi diperlukan untuk memilih saluran mana yang paling memberikan keuntungan yang tinggi.

distribusi produk
distribusi produk

Pelaku Kegiatan Distribusi

Kegiatan pendistribusian tidak akan berlangsung dengan baik tanpa adanya pelaku di dalamnya. Terdapat beberapa aktor dalam aktivitas pendistribusian yang perlu dipahami. Diantaranya adalah :

  1. Pedagang

Pemain distributor yang membeli produk dari produsen atas kemauan sendiri.  Produk tersebut kemudian dijual kembali ke pedagang lain atau konsumen akhir. Terdapat dua macam pedagang yaitu pedagang besar dan kecil. Pedagang besar biasa disebut pengepul. Pedagang kecil disebut pengecer.

  1. Agen

Lembaga pemasaran yang diakui oleh produsen atau perusahaan untuk mendistribusikan produk ke konsumen. Lembaga ini biasanya memiliki izin atas nama perusahaan produsen. Secara resmi agen adalah lembaga distibutor resmi dari suatu perusahaan produsen.

  1. Makelar

Suatu lembaga pemasaran yang menjual produk menggunakan nama pihak lain.

  1. Eksportir

Orang, sekelompok orang atau lembaga yang membeli produk dari dalam negeri kemudian melakukan penjualan ke luar negeri (Aktivitas Ekspor).

  1. Komisioner

Distributor yang bertugas seperti makelar namun melaksanakan transaksi jual beli menggunakan nama sendiri. Dalam hal ini komisioner bertanggung jawab pula dalam aktivitasnya. Adapun komisi merupakan imbalan dari hasil kinerja komisioner.

Tugas Distributor

Pelaku disitribusi atau yang disebut distributor memiliki tugas dalam menjalankan aktivitasnya. Adapun tugas tersebut adalah :

  1. Memperoleh produk yang berasal dari produsen maupun pedagang yang lebih besar.
  2. Mengkelompokkan produk berdasarkan ukuran, jenis dan kualitas.
  3. Mempromosikan produk kepada calon konsumen dengan berbagai strategi promosi.

Baca Juga : Contoh Tugas Manajemen Pemasaran Pada Perusahaan

Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Distribusi

Berjalannya pelaksanaan pemindahan produk dari produsen ke konsumen disesuaikan dengan kondisi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan produk dari produsen ke konsumen yaitu :

  1. Jumlah produk

Kuantitas produk yang dihasilkan akan berpengaruh pada proses pendistribusian. Semakin banyak produknya maka akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk mendistribusikan. Begitupula sebaliknya.

  1. Sifat Produk

Ada sifat produk yang tahan lama dan cepat rusak. Produk yang cepat rusak seperti hasil pertanian maka memerlukan waktu penyaluran yang cepat.

  1. Sarana Prasarana dan Komunikasi

Ketersediaan sarana prasarana khususnya transportasi yang baik akan meningkatkan aktivitas pendistribusian. Termasuk juga bila ada komunkasi yang berkesinambungan.

  1. Luas Daerah

Persebaran target konsumen menyebabkan proses pendistribusian yang panjang. Sebaliknya, apabila konsumen berada di lokasi yang berdekatan maka waktu transfer akan relatif singkat.

  1. Faktor Biaya

Distribusi merupakan aktivitas yang memerlukan biaya besar. Biaya tersebut meliputi sarana angkutan, biaya perjalanan dan pajak angkutan. Apabila tersedia biaya yang mencukupi maka proses akan semakin berjalan lancar.

  1. Faktor Pasar

Apabila pasar menunjukkan trend positif terhadap produk maka meningkatkan aktivitas pendistribusian.

  1. Pola Pembelian

Peraturan pembelian dan feedback dari distributor akan menjadi pertimbangan keberlanjutan proses pendistribusian.

  1. Faktor Produsen/Perusahaan

Produsen seharusnya memperhatikan permintaan konsumen akan suatu produk. Sehingga mengetahui benar sifat produk tersebut.

Contoh Kegiatan Distribusi

Contoh kegiatan pendistribusian seperti :

  • peternak ayam petelur yang menjual hasil panen (telur) secara langsung kepada konsumen
  • Perusahaan tas bermerk yang memiliki agen di berbagai wilayah di Indonesia
  • CocaCola yang menyalurkan produknya dari tempat produksi ke agen di setiap wilayah. Setelah itu disalurkan kembali ke toko/retail yang berhadapan langsung dengan konsumen
  • Perusahaan yang membeli lahan melalui komisioner. Komisioner dianggap telah mengetahui situasi di sekitar lahan tersebut.
  • Penjual di pasar yang membeli sayuran dari petani dan menjualnya kembali kepada konsumen akhir.
  • Pembuat onderdil motor skala rumahan yang menjadi pemasok pada perusahaan otomotif skala besar.

Mengelola Keuangan Usaha

Pada saat ini, rata-rata seorang pengusaha lebih tertarik dengan ide-ide bisnis untuk usaha mereka dan menganggap manajemen dalam mengelola keuangan merupakan hal yang nanti akan berjalan dengan sendirinya. Banyak dari mereka yang masih berpikir bahwa suatu bisnis yang bagus maka keuangannya juga pasti sama bagusnya. Apabila usaha mereka untuk maka uang juga akan mengalir dengan sendirinya.

Pemikiran seperti itu tergolong benar namun dapat pula menyesatkan. Benar apabila sumber pendapatan kas dari suatu usaha bersumber dari penjualan dan keuntungan namun bisnis bukanlah hanya sekedar bagaimana cara menghasilkan uang melainkan bagaimana cara mereka membelanjakan dan mengendalikan uang yang ada.

Dalam mengelola keuangan bukan hanya sekedar melakukan manajemen uang kas tetapi manajemen dalam mengelola keuangan merupakan bagaimana cara Anda mengelola kekayaan agar dapat menghasilkan keuntungan dan memanfaatkan sumber-sumber modal agar dapat membiayai usaha Anda. Meskipun terlihat sederhana, seorang pengusaha kecil serta menengah pun perlu menerapkan prinsip manajemen dalam mengelola keuangan usaha tersebut.

Berikut dasar-dasar manajemen dalam mengelola keuangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM):

Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha

Kesalahan para pengusaha dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang biasa terjadi dalam mengelola keuangan pada umumnya yaitu dengan menggabungkan uang usaha dengan uang pribadi mereka. Mengkin hal tersebut terjadi akibat mereka berpikir bahwa usahanya masih kecil sehingga tidak akan terjadi masalah apabila menggabungkan uang usaha dengan uang pribadi. Namun akibat yang akan terjadi yaitu, Anda akan sulit dalam membedakan antara pengeluaran pribadi dengan pengeluaran usaha. Alhasil kebutuhan pribadi Anda akan sedikit demi sedikit menggerogoti dana atau saldo uang usaha Anda. Agar tidak terjadi hal tersebut maka solusinya adalah pisahkan uang Anda secara fisik. Jika diperlukan, siapkanlah kotak maupun amplop atau dompet untuk menyimpan uang yang berbeda. Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan jasa perbankan untuk menyimpan uang usaha Anda. Buka rekening khusus untuk Anda gunakan sebagai tempat penyimpanan uang bisnis Anda dan yang paling penting adalah selalu bersikap disiplin dalam menerapkan cara memisahkan uang ini.

Rencanakan Penggunaan Uang

Ketika Anda memiliki modal lebih banyak dari yang Anda bayangkan, Anda disarankan untuk tetap merencanakan penggunaan uang Anda sebaik mungkin. Janganlah menghambur-hamburkan uang meskipun saldo kas Anda terlihat masih banyak. Tanpa menggunakan perencanaan yang baik, maka akan cepat diri Anda berada ke dalam keadaan kekurangan dana. Sesuaikanlah antara target penjualan dan penerimaan kas dengan rencana pengeluaran. Urungkan rencana untuk belanja modal apabila hal tersebut tidak memberikan manfaat dalam peningkatan pendapatan. Cobalah melakukan analisa “cost and benefit”atau “untung rugi” dalam meyakinkan diri Anda bahwa penggunaan uang tidak akan sia-sia dan akan memberikan hal sebaliknya yaitu memberikan return yang dapat menguntungkan usaha Anda.

Membuat Buku Catatan Keuangan

Suatu bisnis bukanlah kegiatan yang dapat dikelola dengan hanya berdasarkan ingatan, melainkan dengan menggunakan catatan yang lengkap mengenai bisnis tersebut terutama keuangan bisnis. Minimal anda harus memiliki buku kas yang dapat Anda gunakan untuk mencatat seluruh proses keluar masuknya uang usaha Anda. Kemudian Anda cocokkan setiap hari saldo uang yang ada dengan catatan Anda. Hal ini juga bertujuan untuk mengontro lalu lintas uang dan memastikan agar tidak ada uang yang terselip. Kemudian tingkatkanlah kemampuan administrasi Anda untuk mencatat penjualan dan biaya-biaya. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah Anda harus mencatat saldo dari hutang piutang serta persediaan dan asset-aset tetap Anda. Apabila Anda mampu, gunakanlah sistem computer agar dapat mempermudah proses pencatatan dan alangkah lebih baik lagi jika Anda bisa menerapkan sistem atau aplikasi akuntansi yang memadai. Contohnya seperti menggunakan Zahir Small Business untuk bisang usaha perdagangan kecil (UKM).

Hitung Keuntungan dengan Benar

Untuk hal ini, tuga seorang pengusaha yaitu dapat menghasilkan keuntungan. Dengan memperhitungkan keuntungan keuangan yang tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian terpenting pada saat menghitung keuntungan yaitu menghitung biaya-biaya baik yang masuk ataupun keluar. Sebagian besar dari biaya dapat diketahui secara langsung karena melibatkan uang tunai. Namun sebagian besar lainnya tidak berupa uang kas melainkan seperti penyusutan dan amotisasi. Selain itu perlu juga mencadangkan uang untuk dikeluarkan pada masa mendatang, seperti pajak atau bunga pinjaman.

Putar Arus Kas Lebih Cepat

Janganlah hanya berpusat kepada keuntungan karena manajemen keuangan juga meliputi bagaimana Anda mengelola hitang piutang dan persediaan barang dagangan. Rata-rata beberapa pengusaha mengalami kesulatan kas meskipun catatan akuntansi mereka menunjukan angka berwaran biru jadi perhatikan bagaimana Anda harus memutar kas usaha Anda. Putaran suatu kas akan cenderung melambat apabila termin penjualan kredit Anda lebih lama dibandingkan kulakannya atau apabila Anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Anda harus pandai dalam mengatur termin penjualan kredit agar bisa sama dengan pembelian kredit Anda. Anda juga diharuskan mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa supaya dapat tetap memenuhi order namun tanpa membebani keuangan usaha Anda.

Awasi Harta, Hutang dan Modal

Anda harus secara berkala memeriksa persediaan di gudang agar dapat memastikan semuanya berada dalam keadaan baik dan lengkap. Tetapi sebelum Anda melakukan hal tersebut, Anda diharuskan untuk memiliki administrasi yang memadai untuk mengontrol itu semua. Begitu juga dengan piutang kepada pembeli dan tagihan dari supplier, Anda juga harus dapat memastikan semuanya dalam keadaan yang baik, jangan sampai catatan mengenai hal tersebut berantakan karena akan mengakibatkan tagihan yang macet atau melakukan pembayaran double kepada supplier. Apabila Anda tidak mampu melakukan semua hal ini sendiri maka Anda dapat mempekerjakan seseorang untuk mengisi posisi pada bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha Anda selalu terjaga dengan baik.

Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha

Anda memiliki hak dalam menikmati keuntungan dari bisnis yang Anda jalankan , tetapi itu bukanlah berarti Anda diperbolehkan menghabiskannya begitu saja. Anda juga harus menyisihkan sebagian keuntungan usaha Anda demi perkembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnisnya dengan mendorong serta mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang dianggap menguntungkan. Apabila semakin besar dan luas bidang suatu usaha maka semakin kompleks pula pengelolaan keuangannya.

Gunakan Pihak Ketiga

Apabila Anda tidak merasa yakin bahwa Anda mampu mengelola sendiri keuangan perusahaan dengan baik maka libatkanlah pihak ketiga namun seluruh pengambilan keputusan masih berada pada Anda. Keberadaan pihak ketiga tersebut hanya sebatas pengawas keuangan agar dapat meminimalisasi resiko kesalahan. Apabila Anda memberikan seluruh control pengawasan kepada pihak ketiga maka tentunya Anda tidak akan direpotkan lagi mengenai permasalahan pemasukan dan pengeluaran keuangan bisnis Anda. Namun tentunya Anda harus menyiapkan budget tersendiri untuk jenis pekerjaan ini.

Siapkan Dana Darurat

Rata-rata setiap usaha yang dijalankan tentunya tidak selalu dapat diprediksi apakah usaha tersebut akan berlanjut terus-menerus atau tidak, kemungkinan terburuk atau tak terduga dapat terjadi kapan saja dan mengancam keberlangsungan bisnis Anda. Misalnya saja omzet menurun karena adanya competitor atau lokasi usaha Anda tertimpa musibah dan sebagainya. Hal-hal tersebut yang dapat mengharuskan seorang pengusaha memiliki sebuah mental baja dalam menghadapi segala rintangan yang dihadapi. Salah satu cara untuk mengantisipasinya yaitu dengan mempersiapkan dana darurat. Dana darurat tersebut boleh digunakan ketika Anda benar-benar membutuhkan, fungsinya yaitu agar dapat menjaga bisnis Anda supaya tidak langsung jatuh pada saat Anda mengalami kerugian, atau setidaknya dapat mengurangi beban saat masa sulit melanda. Namun dana darurat juga memiliki fungsi yang berbeda apabila usaha yang dijalankan berjalan normal, jika hal seperti itu terjadi maka dana darurat bisa diakatakan merupakan sebagian dari keuntungan yang Anda dapatkan.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran.[1] Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan atau usaha pemasaran, dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Strategi pimpinan pasar

Mengembangkan pasar keseluruhan

Perusahaan pemimpin pasar cenderung akan mencari pemakai baru, kegunaan baru, dan penggunaan yang lebih banyak atas produknya. Setiap kelas produk mempunyai peluang menarik pembeli yang belum mengenal produknya atau menolaknya karena harga atau kurangnya ciri tertentu pada produk.

  1. Pemakai baru. Contohnya pada kasus Boeing yang mengalami kemunduran mencolok dalam pesanan Jumbo Jet B-747 karena perusahaan penerbangan menyatakan jumlah pesawat sudah cukup untuk melayani pasar yang ada. Boeing kemudian menyimpulkan bahwa untuk menaikkan penjualan B-747 adalah dengan membantu perusahaan penerbangan memikat lebih banyak orang untuk terbang. Pada saat itu, perusahaan penerbangan saling bersaing ketat menarik konsumen yang ada dibanding konsumen baru. Boeing melakukan analisis segmen pasar dan menemukan temuan bahwa kalangan pekerja tidak banyak terbang meski biaya terjangkau. Boeing kemudian menganjurkan kalangan perushaaan dan biro jasa perjalanan agar mencoba menawarkan satu paket wisata carteran bagi serikat buruh, kelompok agama, dan tempat-tempat penginapan. Strategi itu berhasil dijalankan Boeing di kawasan Eropa.
  2. Kegunaan baru. Pasar dapat diperluas dengan menemukan dan memperkenalkan kegunaan baru suatu produk. Contohnya selama tahun 70-an di Indonesia, Unilever sibuk mengkampanyekan Blue Band yang sebelumnya hanya dikenal untuk mengoles roti tawar dan adonan kue, sebagai suatu yang melezatkan masakan bila dicampurkan ke dalamnya.
  3. Penggunaan yang lebih baik. Strategi berikutnya adalah meyakinkan masyarakat konsumen agar menggunakan produk lebih banyak pada setiap kesempatan. Contohnya adalah strategi yang dilakukan Michelin Tire Company dari Prancis, Michelin menghendakisupaya pemilik mobil di Prancis mengendarai mobilnya lebih sering karena dengan begitu penggantian ban akan lebih sering juga. Michelin juga mencetak buku pedoman dengan peta dan pemandangan sepanjang jalan agar membuat perjalanan lebih memikat.

Melindungi pangsa pasar

Sambil memperluas pasar, perusahaan yang dominan juga harus mempertahankan pangsa pasarnya supaya tidak lepas ke pesaing. Dalam kenyataannya, terdapat enam strategi pertahanan militer yang bisa diadopsi oleh perusahaan sebagai berikut.

  1. Kedudukan bertahan. Pertahanan mendasar dengan membangun kubu benteng yang kokoh dan sulit direbut di sekitar daerahnya.
  2. Pertahanan sisi (Flanking defense). Perusahaan market leader tidak hanya menjaga daerah kekuasaannya, tetapi juga membangun beberapa sayap atau pos-pos di luar daerahnya.
  3. Pertahanan aktif mendahului (Preemptive defense). Menyerang lawan sebelum lawan tersebut menyerangnya atau dikenal pertahanan dengan menyerang.
  4. Pertahanan serang-balas (Counteroffensive defense). Bila perusahaan pemimpin pasar diserang, maka reaksi pertama adalah serangan balasan. Pimpinan pasar tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi tindakan-tindakan pesaing.
  5. Pertahanan mobil. Pertahanan ini dilakukan dengan jalan memperluas daerah penjualannya yang di masa depan bisa dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan maupun penyerangan. Perusahaan dalam memperluas daerah penjualan tidak hanya melalui pengembangbiakan merk, namun dengan cara pembaruan pada dua front, misalnya memperluas pasar dan diversifikasi pasar.
  6. Aksi penciutan. Terkadang perusahaan besar menyadari bahwa tidak mungkin seluruh daerah penjualannya dipertahankan. Kekuatan tersebar terlalu luas sehingga terasa kurang efektivitasnya, apalagi para pesaing secara terus-menerus menggerogoti berbagai sudut pertahanannya. Maka jalan terbaik adalah kontraksi atau juga sering disebut pengunduran diri/penarikan diri. Kontraksi yang terencana bukanlah suatu tindakan menyerah pada pasar tetapi lebih ke melepaskan daerah penjualan yang kurus dan mengatur kembali kekuatan daerah yang gemuk. Strategi ini merupakan konsolidasi atas kekuatan bersaing perusahaan di pasar serta memusatkan sumber daya pada posisi-posisi yang sangat penting.

Mengelola Bisnis

Bila anda memiliki banyak bisnis apakah semua bisnis yang anda miliki sudah anda kelola dengan baik. Banyak pebisnis mungkin mengelola bisnis mereka hanya sebatas kemampuan saja. Mengelola bisnis secara profesional jarang dilakuakan oleh pebisnis sekalipun mereka memiliki banyak bisnis.

Padahal pengelolaan bisnis yang profesional itu bisa meningkatkan omset perusahaan. Bukan hanya itu saja, pengelolaan bisnis yang amburadul atau asal-asalan bisa menjadikan kegagalan dalam berbisnis.

Jika anda mengelola bisnis secara profesional, tentu saja keuangan atau administrasi akan rapi, kinerja karyawan bisa optimal dan penjualan produk juga meningkat. Pengelolaan bisnis sangat penting bagi kemajuan usaha anda selain keuntungan yang diinginkan.

Bisnis kadang menjadi hal yang teramat penting bagi orang. Bisnis bismendatangkan keuntungan yang besar dan dengan keuntungan itulah anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan.

Mengelola bisnis secara profesional merupakan hal yang mutlak bagi anda sebagai pebisnis. Bisnis isa diartikan dengan pengelolaan hal baik itu produksi maupun jasa yang bertujuan untuk dipasarkan kepada orang yang membutuhkan dengan imbalan jasa atau uang. Bisnis selalu dikaitkan dengan uang dan keuntungan.

Tidak adaorang yang menginginkan kerugian dalam berbisnis sehingga mereka harus panda-pandai dalam menjalankan bisnis tersebut. Untuk menghindarkan diri dari kerugian, anda harus bisa mengelola bisnis secara profesional.

Pengelolaan merupakan semua hal yang memanfaatkan suatu barang atau jasa untuk dijadikan barang baru yang memberikan manfaat lebih dan keuntungan bagi pengelolanya.

Pengelolan bisnis ini merupakan cara untuk mendapatkan dan menata bisnis agar pemilik bisnis bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dari pengelolaan bisnis ini anda bisa mendapatkan keuntungan namun kadanga anda harus menanggung kerugian. Mengapa erjadi kerugian? Kerugiaan bisa terjadi bila anda mengelola bisnis seadanya.

Mengelola bisnis secara profesional bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:

• SDM yang handal
SDM merupakan hal yang utama bagi bisnis anda selain modal. Tanpa SDM ynga handal modal berapa pun akan habis karena tidak bisa digunakan secara tepat. SDM yang handal dan berpengalaman bisa mengatur keuangan atau administrasi perusahaan, mengelola bisnis dengan baik dan merencanakan semua keperluan bisnis untuk saat ini dan masa yang akan datang. Perencaaan bisnis yang tepat diperlukan untuk mengetahui seberapa mampu perusahaan tersebut kedepannya.

• Kwalitas produksi
Bila anda memiliki bisnis untuk produksi kosmetik misalnya, untuk mengelola bisnis secara profesional, anda tentu memperhatikan kwalitas dari kosmetik yang anda buat tersebut.

Kwalitas produksi juga menandakan seberapa mampu anda bekerja secara profesional. Seman baik kwalitas suatu barang yang diproduksi semakin baik pula pengelolaan bisnis anda.

• Keuangan dan administrasi
Sama seperti SDM diatas, pengelolaan keuangan yang tepat dan sesuai rencana merupakan faktor pendukung pengelolaan bisnis secara profesional.

Bila keuangan dan administrasi ditata dengan rapi tentu bisnis akan mudah dilaporkan dan di cek. Pengecekan laporan keuangan dan administrasi bisnis ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusaaan berkembang atau tidak. Seperti pada posisi laba atau rugi perusahaan tiap bulan. Bila perusahaan mengalami kerugian pihak terkait bisa melakukan perbaikan terhadap mutu barang yang diproduksi.

• Merek
Merek suatu produk bisa menjadi citra dari bisnis yang anda kelola. Dari merek yang baik tersebut konsumen akan menilai bahwa anda bisa mengelola bisnis secara profesional.

Merek yang bagus akan dikenal banyak orang dan selalu menjadi pilihan mereka. Karena itulah banyak pebisnis yang mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan merek yang terbaik bagi produknya.

Memulai Bisnis

Saat ini, semakin banyak generasi muda yang lebih memilih menjalankan usahanya sendiri ketimbang bekerja di sebuah perusahaan. Selain fleksibilitas, memiliki usaha sendiri juga memungkinkan anak muda menjalankan pekerjaan sesuai dengan hobi dan kegemarannya. Para pakar pun menemukan bahwa kini kian banyak generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, yang memilih punya bisnis sendiri. “30 persen (anak muda usia) 16-30 tahun ingin berusaha sendiri dalam beberapa waktu di hidup mereka,” kata Stephen Warnham, pakar karier di Totaljobs seperti dikutip dari Cosmopolitan UK, Selasa (5/11/2019). Ia menyebut, konsep memulai bisnis sendiri dapat menjadi hal yang menyenangkan. Akan tetapi, pada praktiknya hal ini dapat membingungkan dan membuat kewalahan. “Daripada buru-buru, lebih baik pikirkan dengan matang-matang, apa yang harus Anda lakukan, apa yang harus Anda korbankan untuk mencapai tujuan bisnis Anda,

Aktivitas Bisnis

erdapat aneka definisi berkenaan dengan istilah bisnis. Musselman, misalanya, menyebut bahwa bisnis adalah keseluruhan dari aktivitas yang diorganisir oleh orang yang tidak berurusan di dalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakan barang dan jasa agar terpenuhinya suatu kebutuhan dalam perbaikan kualitas hidup. sedangkan Hooper menjabarkan bisnis sebagai keseluruhan yang lengkap pada berbagai bidang seperti industri dan penjualan, industri dasar dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan, transportasi, insuransi dan lain sebagainya; yang kemudian melayani dan memasuki dunia bisnis secara menyeluruh.

Selain kedua pakar tersebut ada beberapa definisi yang input dan outputnya agak berbeda. namun dari semua definisi tersebut ada benang merah, bahwa bisnis adalah aktifitas yang mencakup jual-beli (niaga) dan jasa. jual-beli tersebut mencakup komoditas-komoditas industri ataupun jasa (pelayanan).

bisnis (jual-beli) kendaraan bermotor, bisnis (jual-beli) properti, bisnis (jasa) rental kendaraan bermotor dll.

Pengertian Kewirausahaan: Definisi, Ciri-Ciri, dan Tujuan Berwirausaha

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kewirausahaan? Secara umum, pengertian kewirausahaan adalah suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.

Ada juga yang menjelaskan definisi kewirausahaan adalah suatu sikap mental seseorang yang memiliki kreativitas, aktif, bercipta daya untuk membuat sesuatu yang unik dan baru dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Kewirausahaan memiliki proses yang dinamis untuk menciptakan sesuatu yang disertai tenggang waktu, modal, sumber daya dan juga risiko.

Secara bahasa dalam Wikipedia, arti kewirausahaan adalah suatu proses untuk mengembangkan, mengindentifikasi, dan mewujudkan visi dan misi dalam kehidupan. Kata “Kewirausahaan” berasal dari kata wira dan usaha. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Wira berarti; pejuang, berani dan berwatak agung, berbudi luhur. Sedangkan kata Usaha berarti; bekerja, berbuat amal, berbuat sesuatu.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti kewirausahaan, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Drs. Joko Untoro

Menurut Drs. Joko Untoro, pengertian kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

2. Eddy Soeryanto Soegoto

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto, pengertian kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

3. Ahmad Sanusi

Menurut Ahmad Sanusi, definisi kewirausahaan  adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

4. Soeharto Prawiro

Menurut Soeharto Prawiro, pengertian kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.

5. Peter Drucker

Menurut Peter Drucker, pengertian kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain.

6. Zimmerer

Menurut Zimmerer, pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis

7. Siswanto Sudomo

Menurut Siswanto Sudomo, pengertian kewirausahaan adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat pekerja keras dan mau berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.

Artikel lain: Pengertian Peluang Usaha

Ciri-Ciri Orang yang Punya Jiwa Kewirausahaan

Ciri-Ciri Kewirausahaan
Pengertian kewirausahaan dan ciri-cirinya

Seseorang yang ingin memulai bisnis tentu harus memiliki jiwa kewirausahaan. Tanpa jiwa kewirausahaan bisa jadi bisnis yang sedang dirintis berhenti di tengah jalan karena penyebab yang sederhana, seperti ketidakmampuan mengatasi kepercayaan diri untuk menjalankan bisnis.

Bagaimana seorang pebisnis bisa dikatakan memiliki jiwa kewirausahaan? Mengacu pada pengertian kewirausahaan, adapun beberapa ciri-ciri kewirausahaan adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai Keberanian dan Daya Kreasi yang Tinggi

Pebisnis yang sukses adalah seseorang yang memiliki keberanian yang tinggi untuk berkreasi. Karena memiliki kreativitas saja tidak cukup untuk menuju kesuksesan berbisnis.

Orang yang memiliki keberanian untuk memulai tidak akan takut dengan resiko kegagalan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tapi bukan berarti harus berani saja tanpa adanya pertimbangan dan perencanaan yang mumpuni.

Jiwa kewirausahaan tercipta karena timbulnya kepercayaan diri untuk mewujudkan mimpi dan keinginan untuk hidup lebbih baik dan lebih besar.

2. Mempunyai Semangat Tinggi dan Kemauan Keras

Tidak hanya daya kreativitas saja, seorang wirausahawan yang ingin membangun bisnis harus memiliki semangat tinggi dan kemauan keras. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa apa yang akan dikerjakan akan membawa pada keberhasilan.

Adanya kemauan yang keras membuat seseorang bertekad kuat untuk mewujudkan apa yang diinginkannya.

3. Mempunyai Daya Analisis yang Baik

Seorang wirausaha harus memiliki daya analisis terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Misal saja memperhitungkan untung rugi, persaingan, nilai jual barang atau jasa dan kemampuan analisis pasar lainnya.

Hal ini penting dimiliki dalam diri seorang wirausahawan yang sedang menggeluti bisnis, karena betujuan untuk meminimalisir kerugian.

4. Berjiwa Pemimpin dan Tidak Berperilaku Konsumtif

Pebisnis harus memiliki jiwa kepemimpinan, baik untuk dirinya sendiri maupun bawahannya. Dalam artian mampu memimpin atau mengendalikan dirinya sendiri dan anggotanya dalam pengambilan keputusan.

Seorang pemimpin tidak seharusnya memiliki perilaku konsumtif, karena pengeluaran harus lebih kecil daripada pemasukan. Dengan jiwa seperti ini, bisnis yang sedang Anda bangun akan semakin berkembang dengan terus memanfaatkan keuntungan sebagai modal untuk bisnis yang lebih besar.

5. Membuat Keputusan dan Melaksanakannya

Pebisnis yang hebat adalah yang mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat untuk menghasilkan sesuatu. Pebisnis yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah yang memiliki perhitungan dalam setiap keputusannya dalan melaksanakan keputusan tersebut sesuai yang sudah disepakati bersama timnya. Melaksanakan keputusan dengan cepat meminimalisir hilangnya peluang.

6. Memiliki Pengabdian yang Besar Terhadap Bisnisnya

Jiwa wirausaha dimiliki oleh seseorang yang bisa mengabdikan diriya terhadap pekerjaannya. Pebisnis yang sedang memulai bisnisnya harus mengesampingkan kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda demi pekerjaanya.

Meskipun banyak orang mengatakan bahwa bisnis adalah tidak memiliki waktu yang mengikat, namun perlu diketahui bahwa untuk menekuni bisnis justru membutuhkan waktu lebih untuk belajar, memahami dan menjalankan bisnis dengan baik.

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, pebisnis harus menerapkan jiwa wirausahanya terhadap pelanggan dan calon pelanggan. Untuk menjadi seorang wirausaha yang dapat dikatakan handal dan profesional jika ia melakukan hal-hal berikut ini:

  • Sangat mengenal dan meyakini produknya
  • Mampu menerima kritik dan saran yang baik dengan tidak berdebat dengan pelanggan maupun calon pelanggan
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan anggotanya maupun pelanggan
  • Bersikap yang santun, jujur dan berani mengambil keputusan
  • Bertanggung jawab jika saja terjadi sesuatu terhadap produk atau jasa dalam bisnisnya yang merugikan pelanggan.

Baca juga: Pengertian Wiraswasta

Tujuan Seseorang Berwirausaha

Tujuan Berwirausaha
Pengertian kewirausahaan dan tujuannya

Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan wirausaha untuk kepentingan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa tujuan seseorang berwirausaha:

  1. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain dan membantu mereka untuk menjadi pengusaha mandiri.
  2. Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya.
  3. Meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan juga masyarakat di sekitar usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja.
  4. Menularkan dan mengembangkan semangat berwirausaha kepada orang lain.
  5. Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi.

Membangun bisnis yang besar berawal dari bisnis yang kecil. Bisnis tidak melulu harus dengan modal materi yang besar namun juga disertai dengan modal moril yang tinggi.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started